Foto Saya

Subscribe now!My Feed

Rabu, 01 Juni 2011

Tentang Saya dan Pak Tani

2 comments

Saya lahir dan dibesarkan di daerah pertanian di selatan kota Jember Jawa Timur. Kakek saya seorang  mantan anggota ABRI sekaligus seorang petani, begitu pula kakek nenek buyut saya semua leluhur kami berprofesi sebagai petani, namun hanya ayah dan ibu berprofesi beda mereka memilih untuk menjadi guru dan wiraswasta, Ibu menjadi guru dan ayah berprofesi sebagai wira swasta. Semenjak kecil saya lebih sering tinggal bersama kakek dan nenek meskipun rumah kami berdampingan. Saya selalu merasa lebih di sayang dan di berikan hak berfikir saya sendiri jika saya tinggal bersama nenek dan kakek tidak seperti saya tinggal dirumah sendiri yang selalu dikekang dan selalu harus menuruti apa yang dikatakan orang tua saya tanpa memberi kesempatan saya untuk beraspirasi. 

Karena kakek adalah seorang petani dan juga aktiv dalam kegiatan pemerintahan desa dia selalu bangun pagi pagi sekali meskipun hari belum terang, dia memanggul cangkulnya lalu pergi ke ladang pertanian. Kira - kira pukul setengah tujuh dia kembali kerumah lantas membersihkan diri dan kemudian dia berangkat ke kantor desa dengan sepeda kumbangnya seperti Oemar Bakrie dalam lagu Iwan Fals. 

Pukul satu siang dia sudah tiba lagi dirumah, setelah beristirahat sejenak kakek mengenakan seragam khususnya lalu berangkat lagi ke ladang pertanian, dia tidak kembali sebelum bedug adzan maghrib berbunyi.
Karena saya sering sekali tinggal bersama kakek meski rumah kami berhimpitan, tidak jarang saya ikut kakek ke ladang tanpa dan tanpa saya sadari saya terdidik menjadi seorang petani, mulai dari bercocok tanam dengan tanaman yang beragam sampai aktivitas apa saja yang dilakukan petani menjelang panen. Oleh sebab itu meskipun saya tidak menjadi ahli, saya mengetahui betul apa yang dikerjakan Pak Tani.

Masih belum pudar di ingatan saya saat - saat kami memanen padi sawah, selain saya sedikit merasakan terik matahari yang menyengat tubuh petani, saya juga tahu proses bertani dari mulai bercocok tanam hingga menjelang panen. Bukan hanya itu, kakek juga sering menghadiahi saya burung hama, mereka menyebutnya "Manuk Emprit" (Jawa) yaitu  seekor burung yang selalu menjadi musuh petani saat akan panen.


****Chandra****

+ Tambah komentar
Comments
2 comments
Cobalah menggunakan RSS Feed. Dengan begitu update terbaru akan masuk melalui akun anda secara otomatis
Jual Bedug Masjid mengatakan...

jual bedug
jual bedug masjid
pengrajin bedug
harga bedug
harga bedug masjid
pengrajin bedug masjid
jual bedug murah
penjual bedug

Nlp Indonesia mengatakan...

Tanpa pak tani semua orang bisa kelaparan , pengen jadi petani dan peternak yang sukses
Obat Batuk Anak Herbal Tradisional

Posting Komentar