Foto Saya

Subscribe now!My Feed

Sabtu, 13 Agustus 2011

Perempuan Tua dan Gerobak Sayur Tuanya

24 comments

"Hidup adalah perjuangan tanpa henti - henti. Usah kau menangisi hari kemarin. Hidup adalah perjuangan. Bukanlah arah dan tujuan. Hidup adalah perjalanan..." (DEWA)


Syair lagu DEWA diatas bisa menjadi sebuah perenungan bagi kita yang terkadang sering menganggap hidup adalah bermalas - malas dan enak - enak'an.



Dan bisa jadi, syair diatas adalah sebuah cerminan dalam kisah Mbah Sholeh (diambil dari nama anaknya), sosok perempuan tua berumur 70-tahunan, penjual sayur keliling dusun Sumberjo - Glundengan. Mbah Sholeh mendorong kereta gerobak sayurannya, berjalan dengan kaki yang terseok - seok. Nenek yang bernama asli Rohyati ini adalah perempuan tua satu - satunya penjual barang kebutuhan dapur kaum ibu, dengan memakai gerobak dorong, berkeliling dusun Sumberjo - Tanjungsari (30 km arah keselatan kota Jember).

Sebelum subuh (pukul 03.50 WIB), setelah bangun tidur, ia sudah berangkat membawa gerobak kesayangannya ke pasar Sumberjo untuk belanja barang dagangan yang akan dijual pada siang harinya. Setelah pulang dari pasar, Mbah Sholeh masih sibuk menata, dan menyiapkan barang dagangannya sampai jam 06.00 WIB. Sesudah itu Mbah Sholeh berangkat menjajakan jualannya keliling dusun Sumberjo. Entah laku atau tidak jualannya, saat terdengar Adzan Dzuhur, Mbah Sholeh pulang kerumah menunaikan sholat Dzuhur dan beristirahat sebentar. Setelah itu, ia-pun berangkat kembali berkeliling sampai malam mulai tiba. 

Tidak tahu pasti berapa keuntungan hasil berjualan seharian. Pokoknya, jumlah uang itu kemudian dibelanjakannya kembali keesokan harinya, Mbah Sholeh cukup menyisihkan uang sisa belanjanya untuk memenuhi kebutuhan makan sehari - hari bersama suami tercintanya yang sudah tak mampu lagi bekerja. 

Sambil berjalan terseok (karena kaki sebelah kirinya cacat), Mbah Sholeh terus saja mendorong gerobak tua itu seharian. Sering terlihat terik matahari menyengat sekujur tubuh si-Mbah yang semakin lemah. Demikian dihatinya selalu berdoa, "mudah mudahan sampai sore nanti, akan membawa keberuntungan." Bagi mbah Sholeh, bekerja adalah berdo'a dan berdo'a adalah bekerja. 

Dimanapun ada Mbah Sholeh, pasti akan terdengar yel - yel perjuangan kebanggaanya, "Tak leh -meleah nik?"{Madura}  "gak beli sayur deeek" {Indo}. Begitulah Mbah meneriakkan yel yelnya, tak peduli siapa, tua atau muda panggilannya tetep nik (adik).

+ Tambah komentar
Comments
24 comments
Cobalah menggunakan RSS Feed. Dengan begitu update terbaru akan masuk melalui akun anda secara otomatis
Masbro mengatakan...

Ada sosok Mbah yang seperti itu di sekitar kita. Dan semuanya menawarkan sesuatu untuk bisa kita petik dan kita renungkan pelajaran hidupnya..

Lidya - Mama Pascal mengatakan...

yang sudah tua saja masih giat bekerja ya, aku suka sedihmelihat kakek atau nenek2 yang masih mau berusaha

Lyliana Thia mengatakan...

Salut ya kalau melihat mereka di usia yang renta masih semangat dlm berusaha.. Seharusnya qta lebih giat dari mereka... Subhanallah..

Dhana/戴安娜 mengatakan...

salam sahabat
SubhanAllah perempuan tua yang membuat hati saya tergugah dan kangen tuh gerobaknya bikin saya kangen di kampoeng dan sekarang susah didapatkan seperti pemandangan perempuan tua xixixi

Sofyan mengatakan...

Mbah Sholehhhh,,,saya mau beli sayurnya hhehehe....salut untuk Mbah Sholeh yang sudah sepuh tapi semangatnya masih muda....

Henny FM Harahap mengatakan...

Jadi sedih mbacanya, emang anaknya kemana mas, koq masih bekerja denagn giat ya???

Liandri eko mengatakan...

kasian sekali

pakde sulas mengatakan...

kebayakan orang yang sudah tua masih bekerja, karena dia tidak mau merepotkan anak dan cucunya, dia selalu berkilah, bila tidak bekerja "badannya teras sakit semua"

Lozz Akbar mengatakan...

kalau yang sudah sepuh masih mau bekerja dan berusaha, kenapa yang muda masih ongkang-ongkang kaki?

salam dari sholeh buat mbah Sholeh

reni mengatakan...

yang aku suka dari blog ini adalah postingannya yg bercerita tentang realitas kehidupan sehari-hari. aku banyak mendapat pelajaran berharga dari sini.. :)
Thanks for sharing..

Blog Template mengatakan...

@4717450265490833111.0

Terima kasih semoga bisa bermakna lebih mbak....

Blog Template mengatakan...

@4887420498991348365.0
ya itu sam kakinya masih kuat kalo sudah lumpuh kan gak bisa ongkang ongkang...xixixi

Blog Template mengatakan...

@4937288118699131751.0

Ya memang orang kuno / tua terbiasa dengan bekerja keras malah kaum mudanya yang nak enak'an...xixixi seperti saya....

Blog Template mengatakan...

@5050238264341907992.0

Xixixi iya mas....

Blog Template mengatakan...

@6378420372561005963.0

xixixi....ceritanya belum rampung mbak tunggu kisah selanjutnya.... :D

Blog Template mengatakan...

@4890390198548240230.0

Mbah sholeh kan minum obat awet semangat muda jadi ya semangatnya muda terus...xixixi...

Blog Template mengatakan...

@6538726951512594444.0

Pergi ke kampung saya aja mbak sekalian kita kopdar...xixixi.....

Blog Template mengatakan...

@2768395706902515926.0
yup mbak yang muda belum tentu seperti itu....

Blog Template mengatakan...

@7714969754447262974.0

xixixi...kadang saya juga sedih melihatnya mbak teringat nenek sendiri.....

Blog Template mengatakan...

@3299450461430516328.0

Betul mas sekaligus pelajaran bagi saya yang sukanya tidar tidur mulu....xixixi

Djangan Pakies mengatakan...

Ketulusan bekerja dan istiqomah ibadah dg diiringi kebiasaan "olah raga" sejak pagi buta menyiratkan ketegaran.
Masalahnya, kemana keshalihan sosial dari orang2 disekitarnya ?

Saya pingin nangis baca tulisan sampian KangKetulusan bekerja dan istiqomah ibadah dg diiringi kebiasaan "olah raga" sejak pagi buta menyiratkan ketegaran.
Masalahnya, kemana keshalihan sosial dari orang2 disekitarnya ?

Saya pingin nangis baca tulisan sampian Kang

Blog Template mengatakan...

@7283390370028671522.0

Ya begitulah yang terjadi di masyarakat kita kang....begitu mengharukan dan menyedihkan....

akankah mereka akan bertahan dengan mindset seperti itu selamanya?saya juga tidak bisa menjawab....

PS Holic mengatakan...

buat yang masih kuat ngangkat jemuran.. terutama yang msih muda2.. sudah seharusnya kita malu terhadapa ibu itu berikut gerobak tuanya ;(

psholic

Socrates mengatakan...

Betul saya setuju.... :D

Posting Komentar